Langsung ke konten
Iqbal Adi
Kembali

Zip Drive dan Click of Death: Disk 100MB yang Diam-diam Makan Data Orang

Ada satu bunyi yang langsung bikin orang yang pernah ngalaminnya merinding: bunyi klik berulang dari drive yang nggak mau baca disk. Bukan klik sekali waktu masukin disk, tapi klik terus-terusan, kayak ada yang ngetuk pintu dari dalam. Dan di akhir 90-an, bunyi itu punya nama yang seram banget: click of death.

Pertanyaannya: kalau pabrikannya bilang masalahnya cuma nimpa segelintir pengguna, kenapa satu istilah bisa jadi legenda?

Dari Floppy ke 100MB

Pertengahan 90-an, floppy 1,44MB udah kekecilan. Foto, presentasi, file audio, dan desain grafis tumbuh lebih cepat dari kapasitas disket. Iomega, perusahaan yang sebelumnya lebih dikenal lewat drive Bernoulli yang mahal dan dipakai kalangan profesional, mengeluarkan produk yang beda kelas: Zip drive.

Iomega Zip 100 drive dengan satu disk terpasang

Iomega Zip 100 drive dengan disk. Foto oleh Yuri Litvinenko / 30pin, lisensi CC BY 2.0, via Wikimedia Commons.

Zip meluncur Maret 1995 dengan harga sekitar 199 dolar AS. Satu disknya kira-kira 15 dolar dan muat 100MB, setara sekitar 71 floppy. Angkanya langsung meledak. Dalam 15 bulan pertama, lebih dari dua juta unit terjual, jauh di atas proyeksi paling optimis. Pendapatan Iomega melompat dari 362 juta dolar di 1995 ke sekitar 1,2 miliar dolar di 1996. Bernoulli butuh 15 tahun buat jual 1 juta unit; Zip nyampe 1 juta cuma dalam setahun.

Di titik itu, Zip bukan cuma alat. Dia jadi standar pertukaran file yang sering dipakai buat bawa data antar komputer kantor, sekolah, sampai studio kecil.

Bunyi yang Belum Ada Namanya

Masalahnya mulai muncul sekitar awal 1998. Head baca-tulis di beberapa drive ternyata gampang nggak sejajar. Mekanismenya kira-kira begini: head nggak nemu track, drive narik head balik ke posisi home, lalu nyoba lagi. Setiap percobaan berakhir dengan head mentok di ujung jalurnya, dan dari situ muncul klik.

Yang bikin kasus ini beda dari kerusakan drive biasa adalah efek dominonya:

Di forum dan majalah, orang langsung ngasih nama sendiri. Istilah “click of death” dipopulerin oleh jurnalis Mac, Tim Robertson, lewat artikel Januari 1998 soal drive dia sendiri yang mulai bunyi. David Pogue ikut mengutipnya di Macworld, dan istilah itu udah tercetak paling lambat 30 Januari 1998. Iomega sendiri nggak nyiptain namanya. Menariknya, mereka bahkan bikin pernyataan resmi kalau klik itu normal: “like the predictable snap of a camera”. Yang abnormal cuma klik berulang.

Dari sisi perusahaan, masalahnya dianggap kecil. Pada awal 1999, Iomega bilang click of death menimpa “kurang dari setengah persen” pengguna Zip dan Jaz. Angka itu terdengar kecil, tapi kalau dikalikan puluhan juta drive dan cartridge yang udah tersebar, jumlah orang yang kehilangan data bisa tetap signifikan. Dan karena data yang hilang sering nggak bisa dibalikin, satu kesalahan kecil terasa seperti bencana pribadi.

Disclaimer di Dalam Box

Di September 1998, gugatan class action Rinaldi v. Iomega Corp. diajukan di Delaware. Tuduhannya cukup berat: melanggar hukum perlindungan konsumen, desain yang lalai, dan kegagalan memberi peringatan yang layak.

Ending-nya bikin banyak orang kesal. Di 1999, pengadilan menolak klaim implied warranty, dengan alasan disclaimer yang dicetak di dalam kotak drive dianggap sah. Ternyata catatan peringatan di dalam kotak punya kekuatan hukum lebih besar daripada keluhan ribuan pengguna. Kasus ini baru diselesaikan di 2001. Pembeli Zip antara Januari 1995 sampai Maret 2001 dapat rabat produk Iomega, dan perusahaan setuju menyediakan dukungan teknis gratis buat masalah klik.

Buat banyak orang, penyelesaian itu terasa kayak tambal sulam. Data yang hilang nggak balik, dan rabat nggak bisa nyelamatin file skripsi atau arsip foto keluarga.

Kenapa Zip Akhirnya Kalah

Click of death bukan satu-satunya penyebab. CD-R tumbuh cepat dan harga per megabyte-nya lebih murah dalam beberapa tahun. Lalu flash USB muncul, dengan kapasitas yang terus naik dan nggak punya bagian bergerak yang bisa misalign. Tanpa head yang bisa geser, nggak ada klik.

Iomega sempat mencoba bertahan dengan Jaz, produk berkapasitas 1GB, tapi Jaz juga kena masalah yang sama. Di 2003, lini Zip dihentikan. Perusahaannya sendiri berganti-ganti nama dan bentuk, sampai akhirnya jadi bagian dari joint venture LenovoEMC.

Di majalah PC World, Zip pernah masuk daftar teknologi terburuk sepanjang masa di 2006, tapi setahun kemudian dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik. Dua penilaian itu sebenarnya cerita yang sama: barang yang bagus di konsep, tapi nyimpan cacat yang nggak kelihatan sampai terlambat.

Pelajaran yang Masih Relevan

Click of death nunjukin hal yang masih berlaku di storage modern. Kapasitas dan harga yang bagus nggak ada artinya kalau kegagalannya diam-diam dan merusak data lain. Kasus Zip juga ngasih contoh gimana perusahaan bisa nganggep masalahnya “kecil secara persentase”, sementara konsumen merasakannya sebagai kehilangan total.

Buat pengguna sekarang, pelajarannya sederhana: jangan nganggep media removable itu arsip. Backup tetap backup, dan bunyi aneh dari perangkat storage itu alarm, bukan detail kecil.

Disk Zip 100MB dari Iomega

Disk Zip 100MB. Foto oleh Bobulous, lisensi CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

Sumber


Bagikan tulisan ini:

Tulisan Sebelumnya
Kenapa Rata-rata Gaji Animator Anime Kelihatan Bagus, Tapi Tukang Gambar Frame-nya Tetap Kepepet?
Tulisan Berikutnya
Hakujaden 1958: Film Warna Pertama Jepang yang Diam-diam Bukan yang Pertama